Cerita Inspiratif

Rencana bisnis, manajer handal, dan dukungan pemerintah daerah.

Air dan Kerjasama Dengan Pihak Swasta. 

Kota Bandung sukses memasang 3.100 sambungan pipa pembuangan limbah di rumah sepanjang 2015, sekaligus memenuhi target minimum standar pelayanan dan kemandirian finansial. Capaian ini diperoleh melalui program Hibah Sanitasi yang didukung Pemerintah Australia melalui Indonesia Infrastructure Initiative sebagai ‘Best Sanitation Program in 2015.’ Selain peningkatan target sambungan rumah tangga sebanyak 119.288 (dari 113.488 di tahun 2015) – baik lewat bantuan hibah maupun non-hibah, divisi limbah PDAM Tirtawening juga menargetkan peningkatan pemasukan dari non-rekening air pada 2016 senilai 6 milyar Rupiah (dari 3,038 milyar rupiah pada 2015). Untuk mencapai target-target ini, diperlukan kreativitas yang mampu mendorong peningkatan kinerja.

Permainan itu sederhanaDengan potongan serpihan kertas, tim relawan Forum Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Antapani, Bandung, beserta tenaga kesehatan Puskesmas, mengajak ibu-ibu rumah tangga berhitung tentang total berat tinja di rumah mereka. Untuk satu anggota keluarga, diambil sejumput serpihan. Jika buang air besar (BAB) lebih dari sekali, maka tumpukan serpihan ditambah lagi. “Bayangkan kalau satu rumah lebih dari empat orang. BAB bisa lebih dari satu kali sehari. Tumpukan kertas semakin menggunung. Satu keluarga bisa menghasilkan 1,5 kilo tinja. Kotoran sebanyak itu kalau dibiarkan akan menjadi sumber penyakit di kampung kita,” ujar ketua PKK Ibu Tina.


Pedagang asongan, pengamen, dan supir ojek. Keberadaan mereka ibarat sakit kepala untuk para perencana tata ruang wilayah kota dan pemerintah dalam mengembangkan kota modern. Namun, untuk orang buta seperti Trian, mereka adalah pemandu di tengah keriuhan jalan di Jakarta. Mereka membantu Trian menghindari lubang trotoar, menjelajah suasana jalan yang bising, serta menyeberang persimpangan yang berbahaya.

Berikut adalah kisah Hernawati (Erna), seorang aktivis yang mengadvokasi sistem transportasi di Jakarta agar lebih aksesibel dan adil.

Hj. Asmawaty – Ketua Tim Sanrima (Promosi Sanitasi), Maros

Perempuan membangun kesehatan masyarakat melalui promosi sanitasi. Itulah kalimat yang menggambarkan besarnya kiprah perempuan dalam mensukseskan berbagai program pembangunan sanitasi khususnya air limbah. Dalam banyak contoh, perempuan cenderung lebih responsif terhadap persoalan kebersihan, baik di dalam rumah tangga maupun lingkungan sekitar. Peran perempuan dalam bergotong royong bersama anggota masyarakat lainnya untuk melaksanakan kegiatan sanitasi dalam program kesehatan lingkungan dan masyarakat sangat signifikan.

Kisah ini diambil dari para mitra Hibah Infrastruktur Australia-Indonesia untuk Sanitasi (Australia-Indonesia Infrastructure Grants for Sanitation atau sAIIG). Dimulai sejak 2012, sAIIG adalah program berbasis output yang mendukung pembangunan skema saluran air limbah skala kecil dan pangkalan transfer limbah padat di tingkat pemerintah daerah. Untuk membantu pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait pengintegrasian gender dalam pembangunan sanitasi, sebuah 'Panduan Integrasi Gender dalam Program Pengolahan Air Limbah Berbasis Kelembagaan' disusun.