Ulasan Integrasi Gender Dalam Pelaksanaan Program - Delapan Tahun IndII
12 Okt 2016

Berkaca pada delapan tahun pelaksanaan program, lewat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta bantuan teknis bagi pembangunan infrastruktur, Indonesia Infrastructure Initiative (IndII) menyelenggarakan lokakarya pembelajaran untuk meninjau pendekatan integrasi gender dalam berbagai kegiatan.

Lokakarya yang diadakan di Jakarta pada 12 Oktober 2016 ini difasilitasi oleh konsultan Gender Gaynor Dawson serta didukung oleh tim IndII. Dalam sesi pembukaan, Gaynor menyampaikan temuan tinjauannya dalam hal kekuatan, perbaikan yang bisa ditingkatkan, dan rekomendasi untuk penanganan isu gender (serta isu-isu inklusi sosial lainnya) dalam kegiatan program berikut di masa depan.

 "Sementara IndII telah mendorong peningkatan keterwakilan perempuan di beberapa kegiatan, program ini membutuhkan arah yang lebih strategis yang memberikan target tujuan dalam hal integrasi gender di tingkat aktivitas. Keterlibatan pemerintah yang lebih besar (di tingkat nasional dan daerah) juga diperlukan," ujar Gaynor dalam presentasinya.

Kegiatan utama dari lokakarya ini adalah diskusi kelompok yang berjalan dinamis antara perwakilan dari program IndII, Pemerintah Indonesia, Pemerintah Australia, staf proyek lain yang didukung oleh DFAT, serta  anggota tim desain program infrastruktur baru yang akan diluncurkan pada 2017.

Para peserta terlibat dalam delapan pertanyaan kunci yang mencakup keselarasan tujuan program dengan kebijakan dan strategi DFAT ini ; fokus kegiatan program di berbagai tingkat pemerintahan; sumber daya yang tersedia termasuk struktur kepegawaian; keterlibatan masyarakat; insentif dan sanksi; memanfaatkan peluang; bekerja secara kolaboratif dengan program DFAT lainnya; dan pemberdayaan perempuan di tingkat pemerintah daerah.

Dengan mempertimbangkan berbagai kepentingan dan persepsi yang berbeda seputar bagaimana program infrastruktur sebaiknya menyikapi isu-isu gender dan inklusi sosial, para peserta sepakat bahwa tujuan program yang jelas, kepemimpinan yang kuat (baik dari sisi DFAT, Pemerintah Indonesia dan tim pelaksana) serta sumber daya yang tepat  adalah prasyarat mencapai keberhasilan program.

"Kami berterima kasih dengan masukan dari semua peserta terkait temuan dan pengalaman IndII. Pelajaran belajar dari IndII menunjukkan bahwa ada beberapa pencapaian penting dan ruang untuk perbaikan untuk program infrastruktur berikutnya. Yang paling penting untuk program infrastruktur berikutnya adalah merancang dan melaksanakan kegiatan yang menerjemahkan kebijakan pemerintah Indonesia dan Australia  seputar gender atau  isu inklusi sosial yang lebih luas, serta membawa perubahan positif bagi kehidupan masyarakat, " tutur Gender Officer IndII, Eko Utomo, di akhir sesi.