Monitoring dan Evaluasi

Monitoring dan Evaluasi (M&E) merupakan komponen yang penting bagi IndII. Mengingat bahwa Program IndII ditujukan untuk memberikan bantuan teknis dan pembiayaan dalam mengatasi hambatan infrastruktur dan meningkatkan akses pada fasilitas dan pelayanan infrastruktur, maka penting bagi IndII untuk memastikan adanya dampak pembangunan yang nyata dari semua bantuan yang diberikan IndII. Oleh karena itu, penting bagi IndII untuk menyusun kerangka M&E yang tepat, guna mengukur pencapaian program-program IndII.

Tim M&E IndII baru-baru ini telah memperbaharui dan memperkuat kerangka M&E IndII yang akan digunakan dalam fase ke-II IndII selama empat tahun ke depan. Kerangka M&E IndII yang baru tetap menjunjung prinsip M&E utama yaitu menampilkan bukti yang valid dan otentik atas dampak yang dihasilkan oleh program IndII, baik melalui proses penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Meskipun proses M&E seringkali dipengaruhi oleh harapan dan kebutuhan para pemangku kepentingan, seperti proses M&E pada umumnya, namun tim M&E IndII akan memastikan bahwa kerangka M&E yang baru tetap akurat dalam mendemonstrasikan pencapaian sasaran dan tujuan serta dampak yang dihasilkan oleh program IndII.

Perubahan utama dalam kerangka M&E di fase ini adalah diperkenalkannya konsep kerangka kerja logis (logic model) untuk membantu perencanaan program agar selaras dengan tujuan akhir (end goals) yang telah ditetapkan. Pendekatan ini telah membantu para pelaksana program IndII dalam menentukan metodologi dan indikator yang tepat untuk mengukur dampak dan pencapaian program. Pengukuran dampak program menggunakan serangkaian data dan informasi, baik kualitatif maupun kuantitatif, dan didukung oleh studi baseline yang mendalam. Pendekatan berbasis bukti (evidence based approach) ini menyediakan metode yang lebih kuat dan komprehesif untuk memungkinkan pembuatan keputusan-keputusan manajemen yang berbasis bukti (evidence based decisions).

Kerangka M&E IndII yang baru tetap mengandalkan mekanisme pelaporan pada level kegiatan (activity level), namun didukung oleh pelaporan di level yang lebih luas yakni level program (program level). Pelaporan di level program akan menyasar isu-isu tematik yang dibagi ke dalam empat area utama yaitu kebijakan (policy), tata kelola pemerintahan (governance), kemitraan (partnership) dan akses atas infrastruktur (access). Serangkaian pertanyaan evaluasi telah dibuat untuk mengkaji pencapaian program IndII dalam keempat area utama tersebut.

Proses M&E di level kegiatan mencakup pembuatan Dokumen Desain Kegiatan yang dilengkapi dengan kerangka kerja logis (logic model) yang menunjukkan hubungan yang jelas antara tujuan dan capaian di tingkat kegiatan dengan tujuan dan capaian di tingkat sektor (contoh: sektor air dan sanitasi, transportasi, dan kebijakan dan investasi). Pelaporan IndII utamanya dilakukan pada level kegiatan. Namun dukungan tambahan dari konsultan M&E internasional dan tim kajian independen akan memungkinkan pelaporan di level yang lebih tinggi, yaitu di level program, dengan menggunakan metodologi evaluasi tertentu seperti studi kasus dan metodologi evaluasi lainnya.

Kerangka M&E IndII merupakan pendekatan yang relatif sederhana yang pada intinya bertujuan untuk mengumpulkan data yang dapat digunakan dalam membuktikan pencapaian program, utamanya melalui studi kasus. Data yang dikumpulkan juga dapat digunakan dalam pembuatan laporan tetap IndII (Facility Review and Plan Document/FRPD). FRPD merupakan laporan yang disampaikan oleh IndII kepada Tim Teknis, Dewan Pengurus, dan juga Australian Aid. Informasi yang dimuat dalam FRPD diperoleh dari proses pelaporan dan evaluasi yang dilakukan oleh Tim M&E selama program berjalan.