Prakarsa Infrastruktur Indonesia (IndII) saat ini berada pada fase kedua, yang akan berakhir pada akhir Januari 2017. Fase pertama IndII telah berakhir pada bulan Juni 2011 melalui sebuah acara rangkuman program pada acara penutupan Fase I. Klik (disini) untuk melihat tabel ringkasan kegiatan IndII fase 1 dan (disini) untuk tabel ringkasan rencana kegiatan pada fase II.

programs-watsanedit

Air Minum dan Sanitasi

Papua woman wash fish (introduction watsan program)Fokus utama Program Air Minum dan Sanitasi IndII adalah untuk memastikan agar pemerintah daerah (Pemda) mampu berperan lebih dan berkomitmen dalam meningkatkan pelayanan air minum dan sanitasi. Meskipun jumlah rumah tangga yang dilayani dengan air minum perpipaan telah mengalami peningkatan selama lebih dari 25 tahun terakhir ini, namun cakupan pelayanan justru mengalami penurunan dalam persentase populasi. Pelayanan air minum dan sanitasi merupakan tugas daerah, namun Pemda kurang berhasil dalam melakukan investasi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan layanan di sektor tersebut. Lebih jauh lagi, sumber dana selama ini lebih banyak dialokasikan melalui anggaran pemerintah pusat, hal ini menganggu upaya untuk mempromosikan manajemen infrastruktur yang baik dan membangun kapasitas kelembagaan yang efektif di tingkat daerah. 

Program Air Minum dan Sanitasi menjawab tantangan ini dengan menyediakan bantuan keuangan dan teknis yang merancang dan mengimplementasikan sedemikian rupa untuk menciptakan insentif untuk akuntabilitas, reformasi, dan peningkatan kapasitas kelembagaan. Program hibah IndII, sebagai contoh, telah dirancang sebagai skema “hibah berbasis hasil”(Output Based Aid, OBA) yang mensyaratkan Pemda untuk memberikan layanan sebelum hibah diberikan. Proses ini memaksa institusi daerah untuk menciptakan kondisi melalui kebijakan, staf dan pelaksanaan demi untuk penyediaan layanan yang berkelanjutan. Lewat pelaksanaan program OBA,  lembaga lokal didorong untuk menciptakan kondisi - melalui kebijakan, personel, dan implementasi - untuk penyediaan layanan berkelanjutan. Program OBA yang didukung IndII, telah menunjukkanpeningkatan kemampuan untuk memanfaatkan dana, transfer risiko, dan mengembangkan layanan di sektor ini.

Saat ini kegiatan IndII di sektor air minum dan sanitasi meliputi:

  • Program hibah berbasis hasil Air Minum dan Sanitasi

  • Hibah Infrastruktur untuk sanitasi Kemitraan Australia - Indonesia

  • Program Air Limbah Skala Perkotaan, dengan dukungan konstruksi di kota Palembang

  • Indeks Layaan Air Minum dan Sanitasi untuk mengevaluasi kualitas air minum dan sanitasi di berbagai daerah – dari sudut pandang pelanggan

  • Pengembangan kapasitas dengan kontrak sosial di Indonesia bagian timur

  • Mendampingi perusahaan atau organisasi pengelola air minum untuk mengembangkan rencana bisnis guna mendapatkan akses pinjaman komersial