Prakarsa Infrastruktur Indonesia (IndII) saat ini berada pada fase kedua, yang akan berakhir pada akhir Januari 2017. Fase pertama IndII telah berakhir pada bulan Juni 2011 melalui sebuah acara rangkuman program pada acara penutupan Fase I. Klik (disini) untuk melihat tabel ringkasan kegiatan IndII fase 1 dan (disini) untuk tabel ringkasan rencana kegiatan pada fase II.

Hibah Air Minum dan Sanitasi dan Pengarusutamaan Hibah Kinerja

photos water hibah program (water and sanitation grants and mainstreaming)Program air minum dan sanitasi IndII melaksanakan beberapa program terkait hibah air minum dan sanitasi dan pengarusutamaan hibah kinerja:

Program Hibah Air Minum

Tujuan dari program ini adalah untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mencapai target akses universal 100-0-100, termasuk meningkatkan akses untuk layanan kepada rumah tangga berpenghasilan rendah. Ini sebuah mekanisme transfer keuangan yang lebih baik untuk pendanaan air minum dan sanitasi, dan penyelarasan yang lebih baik antara peran kementerian dan tanggung jawab dengan kebijakan desentralisasi Pemerintah Indonesia. Di tingkat pemerintah daerah, program ini mendukung diberlakukannya tarif pemenuhan biaya, komitmen Pemda yang lebih besar untuk menerapkan APBD bagi infrastruktur dan layanan air minum dan sanitasi, dan meningkatkan transparasi dalam penggunaan dana oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Pada fase ke-2 I, IndII telah mengelola dana sebesar A$80 juta untuk hibah Air Minum yang diperuntukkan hingga 129 pemerintah daerah. Selain itu, IndII telah melaksanakan program Hibah Air Minum USAID sebesar USD 10 juta rupiah bagi 23 pemerintah daerah. Program ini mencakup survei baseline yang dilaksanakan sebelum pelaksanaan. Program (yang didanai Pemerintah Australia, APBN dan USAID) tersebut telah memberikan manfaat bagi 400.000 rumah tangga di Indonesia. Program Hibah Air Minum telah memberikan hasil dengan semakin meluasnya penggunaan air minum perpipaan, dan meningkatnya penghematan rumah tangga.

Pengarusutamaan Hibah Kinerja

Program hibah air minum dan sanitasi berbasis kinerja berlangsung sangat sukses sehingga pemerintah pusat membuat keputusan untuk menggunakan mekanisme hibah kinerja dalam pengelolaan fiskal daerah dengan menggunakan dana APBN. Pemerintah Indonesia telah menganggarkan dana sebesar US $1 Milyar dari APBN untuk hibah air minum dan sanitasi berbasis hasil lima tahun ke depan. IndII menyediakan pendampingan teknis untuk program tersebut. Dalam program APBN Hibah Air Minum, IndII telah melaksanakan survei baseline dan verifikasi dalam kerjasama dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya (DJCK) di 117 pemerintah daerah. Dalam program Hibah Sanitasi, IndII dan DJCK telah bekerja sama untuk melaksanakan survei baseline dan proses verifikasi untuk mendukung program yang menyediakan fasilitas sanitasi setempat (onsite) atau tangki septik di 17 pemerintah daerah.

Program Sanitasi: sAIIG dan Program Hibah Air Limbah

IndII melaksanakan dua program sanitasi: Hibah Infrastruktur Australia - Indonesia (sAIIG) dan program Hibah Air Limbah. Program Hibah Air Limbah berbasis hasil menyediakan insentif bagi 4 pemerintah daerah yang memiliki pengelolaan air limbah melalui dinas yang menangani sanitasi; total jumlah dana yang dialokasikan untuk program ini adalah A$5 juta selama 2016.

Program sAIIG membutuhkan komitmen pemerintah daerah untuk melaksanakan program pembangunan instalasi pengolahan air limbah dengan skala kecil yang dilaksanakan langsung oleh Pemda dan kemudian dioperasikan oleh suatu badan layanan sanitasi khusus. Pemda disyaratkan untuk merencanakan, mendesain dan malaksanakan skema dan melakukan hibah berdasarkan jumlah sambungan aktual. Pada awalnya program hibah ini menyediakan A$ 40 juta bagi 40 Pemda yang direncanakan untuk membangun 90.000 sambungan rumah tangga yang terhubung dengan skema instalasi pengolahan air limbah yang baru. Sejauh ini program hibah telah diberikan untuk skema dengan jumlah total 59.000 keluarga di 38 Pemda. Pelaksanaan program hingga akhir 2016 lalu diharapkan bisa mencapai 22,000 rumah tangga dengan komitmen dari Pemda untuk melanjutkan program yang ada.

Kedua program bertujuan menstimulasi investasi Pemda di bidang infrastruktur sanitasi perkotaan, dan untuk menyediakan insentif bagi reformasi tata kelola untuk meningkatkan keberlangsungan operasional sistem mereka.