Prakarsa Infrastruktur Indonesia (IndII) saat ini berada pada fase kedua, yang akan berakhir pada akhir Januari 2017. Fase pertama IndII telah berakhir pada bulan Juni 2011 melalui sebuah acara rangkuman program pada acara penutupan Fase I. Klik (disini) untuk melihat tabel ringkasan kegiatan IndII fase 1 dan (disini) untuk tabel ringkasan rencana kegiatan pada fase II.

Program Keselamatan Jalan Raya

Strategi program keselamatan jalan  di Tahap II melihat  perlunya memperluas ruang lingkup di luar isu teknis, dan untuk mendukung pendidikan dan penegakan keselamatan jalan . Bersamaan dengan hal itu, IndII akan terus meningkatkan keselamatan di jalan  nasional melalui audit dan perbaikan blackspot, dan akan terus menyertakan pelatihan formal dan pembelajaran melalui praktik (learning by doing) untuk membangun kapasitas keselamatan jalan, khususnya di DJBM.

Sebuah pendekatan yang lebih luas akan berfokus terutama pada tiga badan pelaksana: DJBM, Kemenhub (yang juga mendukung lembaga sub-nasional), dan Polisi Lalu Lintas RI (Polantas), dan akan mencakup penerapan program dalam kemitraan dengan donor lainnya.

Tujuan dari program keselamatan di jalan adalah untuk terus mengembangkan jalan yang lebih aman dan untuk membuat perubahan positif dalam perilaku pengguna jalan untuk mengurangi angka dan tingkat keparahan kecelakaan di jalan raya.

Hasil yang diantisipasi dari program keselamatan jalan raya Tahap II IndII adalah:

  • Penurunan angka kematian di jalan raya dan cedera di daerah blackspot yang telah diidentifikasi
  • Pencapaian perubahan positif perilaku pengguna jalan raya di daerah target
  • Peningkatan penekanan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) untuk isu-isu keselamatan jalan (sebagaimana tercermin dalam komitmen anggaran)
  • Mendukung penegakan ketentuan terkait keselamatan dari UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh Polantas yang dilakukan secara konsisten

 

Jalan Nasional

Berbagai program untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam tata kelola jaringan jalan nasional telah diterapkan pada Tahap I IndII. Saat ini, sebuah dokumen strategis sedang dipersiapkan, dokumen ini akan menyatukan berbagai temuan utama dan rekomendasi yang muncul dari program.  Dokumen tersebut akan mengungkapkan  dengan jelas baik rekomendasi strategis  maupun rekomendasi tambahan. Dokumen strategis ini akan mengacu pada MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia)  yang disusun Pemerintah Indonesia dan agenda terkait, dan akan diadakan lokakarya di tingkat antar-departemen untuk menentukan komitmen pada tingkat tinggi, sebelum melanjutkan program  di beberapa sektor utama yang  sejauh ini belum pasti.

Pada tahap ini masih terlalu dini untuk memetakan program empat tahun dan tujuan jangka panjang/hasil pada jalan nasional. Meski demikian, ada sejumlah elemen  utama  program jalan nasional yang diharapkan IndII untuk dilanjutkan atau dikembangkan dalam Tahap II. Ini termasuk melanjutkan dukungan untuk DJBM dalam menerapkan standar desain jalan baru (seperti yang dikembangkan selama Tahap I) dan dalam mengembangkan prosedur dan proses untuk mendukung penerapan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM).

IndII juga mengharapkan untuk bekerjasama lebih erat dengan program Proyek Perbaikan Jalan Nasional Indonesia Bagian Timur (EINRIP, East Indonesia National Road Improvement Plan) dalam berbagai isu jalan nasional, termasuk dukungan audit teknis, standar desain perkerasan, dan isu keselamatan jalan.

 

Program Jalan Raya Sub-nasional

Inti dari program jalan sub-nasional IndII di Tahap II, adalah usulan program Hibah berbasis-keluaran Jalan Raya Sub-nasional (SNR Hibah, Sub-National Roads Hibah). Dibangun atas dasar penyusunan program Tahap I, yang meliputi diagnosa dan analisa masalah dengan jalan  daerah  di lokasi  terpilih, dan menarik pengalaman praktik-praktik terbaik internasional dalam penyusunan program jalan raya berbasis-keluaran, IndII akan merancang SNR Hibah pada awal 2012 untuk kemungkinan implementasi selama periode 2013–15. SNR Hibah kemungkinan akan berfokus pada peningkatan tata kelola jalan lokal dan meningkatkan komitmen Pemda pada pemeliharaan jalan.

Penekanan awal program  diberikan pada pengembangan tahap uji coba di minimal dua provinsi. Dukungan teknis akan disediakan selama tahap uji coba dan dapat mencakup pelatihan komprehensif dan program mentoring untuk kontraktor, pengawas teknik, dan pegawai pemerintah yang terlibat dalam program ini. Hasil kajian (lessons learned) dari tahap uji coba akan menginformasikan skala peningkatan program yang diusulkan.

Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan konektivitas transportasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, dengan memperbaiki kondisi jalan sub-nasional dan pengelolaan jalan yang berkelanjutan melalui:

  • Peningkatan pengaturan kelembagaan dan organisasi pada tingkat pusat dan provinsi
  • Dana bersyarat yang memadai untuk preservasi jalan
  • Pengalokasian dana yang lebih efisien untuk mencapai keseimbangan yang diperlukan antara preservasi jalan dan rehabilitasi jalan dan pembangunan
  • Peningkatan nilai uang dalam implementasi pekerjaan