Dalam dunia logistik, general cargo menjadi jenis barang yang paling sering dikirim, terutama di Indonesia. Jenis kargo ini mencakup segala bentuk barang yang dikemas dalam bentuk satuan, bisa berupa kotak, karung, drum, atau palet. Mulai dari produk manufaktur, elektronik, hingga bahan bangunan, semuanya termasuk dalam kategori ini.
Namun, meskipun terlihat sederhana, penanganan general cargo membutuhkan ketelitian dan manajemen yang baik. Sedikit saja kesalahan dalam proses pengiriman bisa menimbulkan kerugian besar, baik dari sisi biaya, waktu, maupun reputasi bisnis.
Berikut beberapa kesalahan umum dalam penanganan general cargo, beserta cara mencegahnya agar pengiriman bisnis Anda berjalan lancar.
1. Pengemasan yang Tidak Tepat
Kesalahan paling umum yang sering terjadi adalah pengemasan barang yang tidak sesuai standar. Banyak pelaku usaha di Indonesia yang masih menganggap kemasan hanya sebagai pelindung luar, padahal fungsi utamanya adalah menjaga integritas barang selama proses pengiriman.
Misalnya, barang elektronik yang dikirim tanpa pelindung busa, atau bahan cair yang dikemas tanpa segel rapat. Akibatnya, barang bisa rusak sebelum sampai ke tangan penerima.
Cara mencegah:
Gunakan kemasan sesuai jenis barang. Untuk produk rapuh, gunakan pelindung tambahan seperti bubble wrap atau foam sheet. Pastikan juga label penanganan seperti “Fragile” atau “This Side Up” ditempel dengan jelas agar petugas kargo lebih berhati-hati.
2. Penimbangan dan Pengukuran Tidak Akurat
Masalah lain yang sering terjadi adalah ketidaktepatan dalam menimbang dan mengukur barang. Dalam pengiriman kargo, kesalahan sekecil apa pun bisa berdampak pada perhitungan biaya pengiriman dan penempatan barang di dalam kontainer atau pesawat.
Di lapangan, masih banyak ditemukan kasus di mana berat aktual barang tidak sesuai dengan data yang tercantum di dokumen pengiriman. Selain merugikan pihak pengirim, hal ini juga bisa menimbulkan kendala administratif saat pemeriksaan di pelabuhan atau bandara.
Cara mencegah:
Gunakan alat ukur dan timbangan yang terkalibrasi. Buat sistem pencatatan internal yang terstandar untuk setiap barang yang akan dikirim. Jika memungkinkan, lakukan pengecekan ganda sebelum dokumen diterbitkan.







